Aspek dan fungsi manajemen kelas
Aspek dan fungsi manajemen kelas
B. Aspek dan Fungsi Manajemen Kelas
1. Aspek
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas yang baik adalah : sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan efektif dan kreatif.[2]
Kegiatan manajemen kelas sebagai aspek manajemen kelas :
a.Mengecek kehadiran
b.Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan
c.Pendistribusian alat dan bahan
d.Mengumpulkan informasi dari siswa
e.Mencatat data
f. Pemeliharaan arsip
g.Menyampaikan materi pelajaran
h.Memberikan tugas
2. Fungsi
Fungsi manajemen kelas sebenarnya merupakan penerapan fungsi-fungsi manajemen yang diaplikasikan di dalam kelas oleh guru untuk mendukung tujuan pembelajaran yang hendak dicapinya.
a.Perencanaaan.
Perencanaan adalah titik tolak bagi manajer kelas. Fungsi ini (perencanaan) menentukan lebih awal hasil pembelajaran nama yang harus dicapai pada dimasa depan. Dalam hal ini, tiga aspek perencanaan harus disebutkan :
1.Untuk setiap bidang pembelajaran, institusi pendidikan menentukan hasil yang akan dicapai pada akhir tingkat atau kelas tertentu. Ketika merencanakan, pendidik harus berkerja mundur/melihat kebelakang ‘ dari hasil ini, membimbing peserta didik untuk mencapai hasil pada beberapa tingkat di masa depan. Pada kenyataannya, ini bermuara pada unit-unit yang harus dipelajari dalam setiap pertemuan, minggu dan pelajaran.
2.Aspek kedua perencanaan melibatkan keputusan yang harus dibuat yakni bagaimana hasil yang spesifik dapat tercapai dengan efektif. Hal ini memerlukan renungan dan rancangan metode yang paling efektif, pendekatan dan sumber daya yang akan digunakan.
3.Dalam contoh ketiga, pendidik harus menyadari perencanaan dengan perspektif masa depan ada hubungan antara apa yang peserta didik harus capai sebelumnya (saat ini ) dan apa yang mereka harus capai di masa depan.[3]
Menurut pretorius dan lemmer (1998: 55) Perencanaan sangat di perlukan.
Mereka memberikan sejumlah pedoman untuk perencanaan yang efektif:
1.Lakukanlah semua perencanaan secara tertulis.
2.Pelajarilah hasil yang ditetapkan untuk wilayah belajar anda dengan hati-hati. Fokoslah pada hasil yang kritis dan spesifik.
3.Lakukan perencanaan sebelum awal tahun ajaran, masa tertentu, minggu, hari atau pelajaran.
4.Rencana harus menspesifikkan sebuah elemen kunci: hasil, metode alternatif, rincian jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan dalam priode waktu yang diperlukan, alat bantu mengajar, metode penilaian, dll.
5.Peranan dalam kelompok telah menjadi jauh lebih penting. Perencanaan harus mengembangkan bidang pelajaran lain dalam kelas yang sama, serta pendidik lainnya yang mengajar di daerah belajar yang sama. Perencanaan merupakan dasar untuk tugas mejerial pendidik, karena memberikan langsung upaya pengelolaan. Tanpa perencanaan, semua kegiatan akan serampangan dan tanpa arah.
b.Pengorganisasian
Pengorganisasian dapat digambarkan sebagai penciptaan mekanisme untuk mengimplementasikan perencanaan yang dibahas sebelumnya. Isu-isu seperti kegiatan yang dimasukan kedalam tindakan, dimana sumber dayanya, bagaimana itu harus terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab harus diperhatikan.
Untuk pendidik, fungsi manajemen menciptakan lingkungan pengajaran dan pembelajaran yang efektif. Situasi kelas yang tertib dan teratur harus diciptakan untuk membuat pengajaran yang efektif. Ini berarti bahwa peserta didik ditempatkan dikelas dimana tugas mengajar dengan efek yang maksimal, sedangkan pola komunikasi dan ketertiban haruslah tetap demokratis.
c.Kepemimpinan
Memimpin ketika rencana harus diubah menjadi realitas. Dia membrikan arah untuk memastikan bahwa tugas-tugas yang diperlukan secara efektif. Kepemimpinan melibatkan fungsi bahwa manager memungkinkan orang lain untuk melaksanakan tugas mereka secara efektif.
Untuk pendidik, kepemimpinan berarti menjelaskan apa hasil yang didapat, memberikan intruksi, mendelegasikan tugas,kegiatan pengawasan menggunakan strategi untuk meningkatkan kinerja peserta didik, melatih disiplin dan penanganan konflik.
d.Pengawasan
Fungsi manajemen akhir dalam siklus manajemen yang efifien dan dilihat oleh banyak orang sebagai kebutuhan yang paling penting untuk perencanaan yang efektif. Dalam merencanakan pengajaran atau kegiatan, pendidik yang memutuskan mana hasil belajar harus dicapai. Pengguanaan mekanisme pengawasan untuk memeriksa apakah hasil terealisasi merupakan bagian integral dari perencanaan, tetapi pada saat yang sama kegiatan pengelolaan.
C.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengelolaan Kelas
Masalah pembelajaran merupakan masalah yang cukup kompleks. Guru merupakan komponen pembelajaran yang memegang peranan penting karena keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyampai materi kepada siswa. Pembelajaran akan berhasiljika interaksi pembelajaran guru terhadap siswa lancar.Ketidaklancaran pembelajaranakan membawa akibat terhadap pesan yang diberikan guru. Adakalanya pesan tersebut berhasil disampaikan dan terkadang mengalami hambatan. Hambatan dalam proses pembelajaran misalnya: (1) tidak ada respon dari murid; (2) perhatian murid yang bercabang; (3) kekacauan penafsiran antara guru dan murid; (4) kurang perhatian murid karena guru sangat monoton; (5) verbalisme, guru hanya berkata-kata, sedang murid dalam kondisi yang pasif; dan (6) keadaan lingkungan fisik yang sangat mengganggu.
Guru hendaknya dapat mengelola kondisi kelas secara baik untuk mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi selama proses pembelajaran. proses pembelajaran yang terjadi dalam kelas perlu dipertimbangkan, direncanakan dan dikelola dengan baik dalam usaha meningkatkan keberhasilan proses belajar-mengajar.
Untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan maka perlu diketahui faktor-faktor apa yang dapat mendukung dan menghambat pencapaian tujuan yang diinginkan. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang turut mempengaruhi manajemen kelas kiranya sangat penting untuk diketahui sebagai bekal kelak dalam menyukseskan pendidikan pada utamanya dan keberhasilan proses pembelajar khususnya. Beberapa faktor yang mempenaruhi perwujudan manajemen kelas, antara lain sebagai berikut:
1.Faktor Dinamika Kelas
Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a.Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan dan saling mengganggu antara siswa yang satu dengan lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar.Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan.Jika ruangan itu mempengaruhi hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan.
Syarat-syarat kelas yang baik adalah :
1) Rapi, bersih, sehat dan tidak lembab
2) Cukup cahaya dan sirkulasi udara
3) Sirkulasi udara cukup
4) Perabot dalam keadaan baik, cukup jumlahnya, dan ditata dengan rapi
5) Jumlah siswa tidak lebih dari 40 orang
6) Ukuran ruang kelas 8m x 7m
7) Dapat memberikan keleluasaan gerak, komunikasi pandangan dan pendengaran
8) Pengaturan perabot agar memungkinkan guru dan siswa dapat bergerak leluasa
9) Daun jendela tidak mengganggu lalu lintas.
Terdapat beberapa syarat yang perlu diupayakan agar kelas nyaman dan menyenangkan :
a) Penataan ruang kelas
b) Perlengkapan kelas
c) Perlengkapan yang harus ada dan diperlukan di kelas meliputi : papan tulis dan penghapusnya, meja dan kursi guru, meja dan kursi siswa, almari kelas, jadwal pelajaran, papan absensi, daftar piket kelas, kalender pendidikan, gambar presiden dan wakil presiden serta lambang Garuda Pancasila, tempat cuci tangan dan lap tangan, tempat sampah, sapu lidi, sapu ijuk dan sulak, gambar-gambar lain / alat peraga dan kapur atau spidol.
d) Ruang laboraturium
SD yang memiliki laboraturium, agar berfungsi sebagai tempat praktik, harus ditata dengan syarat-syarat sebagai berikut :
a.Tata letak peralatan kelas mudah diatur sesuai dengan keperluan pada setiap saat
b.Diatur sedemikian rupa sehingga mudah bergerak dan mudah dimanfaatkan
c.Fasilitas air dan penerangan cukup tersedia
d.Air limbah dari saluran ruang laboraturium tidak mencemari lingkungan sekitarnya
e.Tersedia lemari penyimpanan untuk bahan dan alat yang tidak digunakan sehari-hari
f. Lantai tidak licin dan dinding sebaiknya berwarna putih
g. Bahan yang membahayakan harus disimpan pada tempat yang aman
e) Ruang auditorium / ruang serbaguna
Berfungsi sebagai tempat diskusi, harus diatur dengan baik dan dilengkapi dengan peralatan sebagai berikut :
a. Panggung pertunjukan
b. Ruang pakaian pria / wanita secara terpisah
c. Kamar mandi / WC Pria / wanita secara terpisah
d.Lantai harus datar dan tidak licin
e.Dinding aula harus dilapisi oleh lapsan peredam suara supaya suara tidak bergema
f. Bak pasir dan matras
b. Pengaturan tempat duduk
Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat mengaontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.
1) Pola berderet / berbaris-berjajar
Tipe pengaturan tempat duduk seperti ini cocok untuk pengajaran formal. Semua siswa duduk dalam deretan lurus dengan siswa yang tertinggi duduk dibelakang dan yang pendek duduk di depan. Tempat duduk seperti ini memudahkan para siswa / guru bergerak dari deetan satu kederetan yang lain. Namun, terdapat kelemahan-kelemahan yaitu ; mengurangi keleluasaan siswa belajar siswa. Posisi guru membuat dirinya mempunyai otoritas mutlak dan memberikan pengaruh langsung yang besar pada siswa.Akhirnya siswa menjadi terlalu tergantung, tidak ada kegiatan kerja kelompok yang dapat dilakukan, dan komunikasi antarsiswa menjadi terbatas.
2) Pola susunan berkelompok
Pola ini memungkinkan siswa dapat berkomunikasi dengan mudah satu sama laindan dapat berpindah dari kelompok satu ke kelompok lain. Otoritas guru berperan dalam posisi desentralisasi, guru hanya memberikan bimbingan pada siswa.
3) Pola formasi tapal kuda
Pola ini menempatkan posisi guru berada di tengah-tengah para siswanya.Pengaturan formasi ini memberikan kemudahan pada siswa untuk saling berkomunikasi dan berkonsultasi.Pola tapal kuda biasa dipakai jika pelajaran banyak memerlukan diskusi antarsiswa atau dengan guru.
4) Pola lingkaran atau persegi
Dalam pola lingkaran atau persegi biasanya tidak ada pemimpin kelompok.Bla ada yang harus direkam atau dicatat, bentuk pola inilah yang tepat.Seandainya ada suau kegiatan / alat yang harus ditunjukkan / diperagakan, kegiatan atau alat itu dapat diletakkan di tengah-tengah sehingga mudah dilihat dan dikomentari oleh siswa.
c. Ventilasi dan pengaturan cahaya
Suhu, ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada) adalah asset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman.Oleh karena itu ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.
d.Pengaturan penyimpanan barang-barang.
2. Faktor Kurikulum
Kurikulum kaitannya dengan pengelolaan kelas haruslah dirancang sebagai jumlah pengalaman edukatif yang menjadi tanggung jawab sekolah dalam membantu anak-anak mencapai tujuan pendidikannya yang diselenggarakan secara berencana dan terarah secara terorganisir, karena kegiatan kelas bukan sekadar dipusatkan pada penyampaian sejumlah materi pelajaran atau pengetahuan yang bersifat intelektual, akan tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi, baik sebagai makhluk individual dan makhluk sosial maupun sebagai makhluk yang bermoral.
3. Faktor gedung dan sarana kelas
Perencanaan dalam membangun sebuah gedung untuk sebuah sekolah berkenaan dengan jumlah dan luas setiap ruangan, letak, dan dekorasinya yang harus disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan.Akan tetapi karena kurikulum selalu dapat berubah, sedang ruangan atau gedung bersifat permanen maka diperlukan kreativitas dalam mengatur pendayagunaan ruang/gedung yang tersedia berdasarkan kurikulu yang dipergunakan.Dalam konteks ini, kepandaian guru dalam pengelolaan kelas sangat dibutuhkan.
4.Faktor Guru atau Pengajar
Guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang bertanggungjawab dalam membantu anak mencapai kedewasaan masing-masing. Guru bukan hanya berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi atau pengetahuan tertentu, akan tetapi dalam keanggotaan masyarakat yang harus aktif dan berjiwa bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya untuk menjadi anggota masyarakat. Guru juga harus bisa menciptakan suasana dalam kelas agar terjadi interaksi pembelajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan bersungguh-sungguh.
5.Faktor murid
Murid merupakan unsur kelas yang memiliki perasaan kebersamaan (sense of colective) merupakan kondisi yang penting dalam menciptakan kelas dinamis.Oleh karena itu, murid harus memiliki perasaan diterima (sense of membershif) terhadap kelasnya agar mampu ikut serta dalam kegiatan kelas. Perasaan ini yang akan menumbuhkan rasa tanggungjawab (sense of respsibility) terhadap kelasnya.
Sikap demikian dapat tumbuh dengan baik apabila dilakukan tindakan-tindakan pengelolaan kelas sebagai berikut:
a.Melibatkan murid dalam proses . perencanaan dan pelaksanaan tindakan kelas, guru hanya memberi petunjuk dan bimbingan agar kegiatan pembelajaran sejalan dengan kurikulum.
b.Memberi kesempatan murid dalam pembagian tugas-tugas untuk kepentingan kelas.
c.Apabila guru atau wali kelas berhalangan, membagi dan menyerahkan kepercayaan berupa tanggungjawab mengatur rumah tangga serta disiplin kelas diantara murid.
d.Memotivasi murid agar selalu bersedia mengatur kelasnya secara rutin, misalkan dalam hal membersihkan kelas.
e.Mengembangkan kesediaan bekerjasama dalam setiap kegiatan.
f.Menyusun bersama dengan murid tata tertib dan disiplin kelas serta membentuk kepengurusan kelas yang bekerja sama selama satu tahun ajaran.
g.Mendorong murid agar senantiasa ikut memikirkan kegiatan kelas dan berani mengusulkannya untuk dilakukan bersama didalam atau diluar kelas.
Terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh guruuntuk menumbuhkan sikap murid seperti diataskarena berpengaruh dalam pengelolaan murid sebagai anggota kelas.Secara umum faktor tersebut digolongkan menjadi dua yaitu faktor intern dan faktor ektern.
Faktor intern siswa berkaitan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku.Kepribadian siswa yang unik menyebabkan siswa berbeda dari berbagai aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.Sedangkan faktor ekstern siswa terkait dengan pengelolaan suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokkan kelas dan jumlah siswa di kelas.
Jadi dapat disimpulkan bahwa terjadinya kenyamanan di dalam kelas disebabkan oleh dua faktor yaitu intern dan ekstern siswa.Sedangkan usaha untuk mengatasi terjadinya kekacauan di kelas dibutuhkana adanya suatu usaha dari guru dalam rangka meminimlisir gangguan kenyamaan dalam pengelolaan kelas.
Jabatan guru sebagai profesi tidak saja mulia, karena berhubungan langsung dengan masalah pendewasaan anak-anak tetapi juga merupakan tugas yang cukup berat dan hanya dapat diwujudkan oleh orang-orang yang memiliki kecintaan terhadap pekerjaan mendidik. Selain itu, tugas guru sebagai seorang manajer harus dapat menciptakan suasana kelas yang nyaman bagi siswa untuk mengikuti dan melakukan proses belajar mengajar.
1. Aspek
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas yang baik adalah : sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan efektif dan kreatif.[2]
Kegiatan manajemen kelas sebagai aspek manajemen kelas :
a.Mengecek kehadiran
b.Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan
c.Pendistribusian alat dan bahan
d.Mengumpulkan informasi dari siswa
e.Mencatat data
f. Pemeliharaan arsip
g.Menyampaikan materi pelajaran
h.Memberikan tugas
2. Fungsi
Fungsi manajemen kelas sebenarnya merupakan penerapan fungsi-fungsi manajemen yang diaplikasikan di dalam kelas oleh guru untuk mendukung tujuan pembelajaran yang hendak dicapinya.
a.Perencanaaan.
Perencanaan adalah titik tolak bagi manajer kelas. Fungsi ini (perencanaan) menentukan lebih awal hasil pembelajaran nama yang harus dicapai pada dimasa depan. Dalam hal ini, tiga aspek perencanaan harus disebutkan :
1.Untuk setiap bidang pembelajaran, institusi pendidikan menentukan hasil yang akan dicapai pada akhir tingkat atau kelas tertentu. Ketika merencanakan, pendidik harus berkerja mundur/melihat kebelakang ‘ dari hasil ini, membimbing peserta didik untuk mencapai hasil pada beberapa tingkat di masa depan. Pada kenyataannya, ini bermuara pada unit-unit yang harus dipelajari dalam setiap pertemuan, minggu dan pelajaran.
2.Aspek kedua perencanaan melibatkan keputusan yang harus dibuat yakni bagaimana hasil yang spesifik dapat tercapai dengan efektif. Hal ini memerlukan renungan dan rancangan metode yang paling efektif, pendekatan dan sumber daya yang akan digunakan.
3.Dalam contoh ketiga, pendidik harus menyadari perencanaan dengan perspektif masa depan ada hubungan antara apa yang peserta didik harus capai sebelumnya (saat ini ) dan apa yang mereka harus capai di masa depan.[3]
Menurut pretorius dan lemmer (1998: 55) Perencanaan sangat di perlukan.
Mereka memberikan sejumlah pedoman untuk perencanaan yang efektif:
1.Lakukanlah semua perencanaan secara tertulis.
2.Pelajarilah hasil yang ditetapkan untuk wilayah belajar anda dengan hati-hati. Fokoslah pada hasil yang kritis dan spesifik.
3.Lakukan perencanaan sebelum awal tahun ajaran, masa tertentu, minggu, hari atau pelajaran.
4.Rencana harus menspesifikkan sebuah elemen kunci: hasil, metode alternatif, rincian jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan dalam priode waktu yang diperlukan, alat bantu mengajar, metode penilaian, dll.
5.Peranan dalam kelompok telah menjadi jauh lebih penting. Perencanaan harus mengembangkan bidang pelajaran lain dalam kelas yang sama, serta pendidik lainnya yang mengajar di daerah belajar yang sama. Perencanaan merupakan dasar untuk tugas mejerial pendidik, karena memberikan langsung upaya pengelolaan. Tanpa perencanaan, semua kegiatan akan serampangan dan tanpa arah.
b.Pengorganisasian
Pengorganisasian dapat digambarkan sebagai penciptaan mekanisme untuk mengimplementasikan perencanaan yang dibahas sebelumnya. Isu-isu seperti kegiatan yang dimasukan kedalam tindakan, dimana sumber dayanya, bagaimana itu harus terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab harus diperhatikan.
Untuk pendidik, fungsi manajemen menciptakan lingkungan pengajaran dan pembelajaran yang efektif. Situasi kelas yang tertib dan teratur harus diciptakan untuk membuat pengajaran yang efektif. Ini berarti bahwa peserta didik ditempatkan dikelas dimana tugas mengajar dengan efek yang maksimal, sedangkan pola komunikasi dan ketertiban haruslah tetap demokratis.
c.Kepemimpinan
Memimpin ketika rencana harus diubah menjadi realitas. Dia membrikan arah untuk memastikan bahwa tugas-tugas yang diperlukan secara efektif. Kepemimpinan melibatkan fungsi bahwa manager memungkinkan orang lain untuk melaksanakan tugas mereka secara efektif.
Untuk pendidik, kepemimpinan berarti menjelaskan apa hasil yang didapat, memberikan intruksi, mendelegasikan tugas,kegiatan pengawasan menggunakan strategi untuk meningkatkan kinerja peserta didik, melatih disiplin dan penanganan konflik.
d.Pengawasan
Fungsi manajemen akhir dalam siklus manajemen yang efifien dan dilihat oleh banyak orang sebagai kebutuhan yang paling penting untuk perencanaan yang efektif. Dalam merencanakan pengajaran atau kegiatan, pendidik yang memutuskan mana hasil belajar harus dicapai. Pengguanaan mekanisme pengawasan untuk memeriksa apakah hasil terealisasi merupakan bagian integral dari perencanaan, tetapi pada saat yang sama kegiatan pengelolaan.
C.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengelolaan Kelas
Masalah pembelajaran merupakan masalah yang cukup kompleks. Guru merupakan komponen pembelajaran yang memegang peranan penting karena keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyampai materi kepada siswa. Pembelajaran akan berhasiljika interaksi pembelajaran guru terhadap siswa lancar.Ketidaklancaran pembelajaranakan membawa akibat terhadap pesan yang diberikan guru. Adakalanya pesan tersebut berhasil disampaikan dan terkadang mengalami hambatan. Hambatan dalam proses pembelajaran misalnya: (1) tidak ada respon dari murid; (2) perhatian murid yang bercabang; (3) kekacauan penafsiran antara guru dan murid; (4) kurang perhatian murid karena guru sangat monoton; (5) verbalisme, guru hanya berkata-kata, sedang murid dalam kondisi yang pasif; dan (6) keadaan lingkungan fisik yang sangat mengganggu.
Guru hendaknya dapat mengelola kondisi kelas secara baik untuk mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi selama proses pembelajaran. proses pembelajaran yang terjadi dalam kelas perlu dipertimbangkan, direncanakan dan dikelola dengan baik dalam usaha meningkatkan keberhasilan proses belajar-mengajar.
Untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan maka perlu diketahui faktor-faktor apa yang dapat mendukung dan menghambat pencapaian tujuan yang diinginkan. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang turut mempengaruhi manajemen kelas kiranya sangat penting untuk diketahui sebagai bekal kelak dalam menyukseskan pendidikan pada utamanya dan keberhasilan proses pembelajar khususnya. Beberapa faktor yang mempenaruhi perwujudan manajemen kelas, antara lain sebagai berikut:
1.Faktor Dinamika Kelas
Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a.Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan dan saling mengganggu antara siswa yang satu dengan lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar.Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan.Jika ruangan itu mempengaruhi hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan.
Syarat-syarat kelas yang baik adalah :
1) Rapi, bersih, sehat dan tidak lembab
2) Cukup cahaya dan sirkulasi udara
3) Sirkulasi udara cukup
4) Perabot dalam keadaan baik, cukup jumlahnya, dan ditata dengan rapi
5) Jumlah siswa tidak lebih dari 40 orang
6) Ukuran ruang kelas 8m x 7m
7) Dapat memberikan keleluasaan gerak, komunikasi pandangan dan pendengaran
8) Pengaturan perabot agar memungkinkan guru dan siswa dapat bergerak leluasa
9) Daun jendela tidak mengganggu lalu lintas.
Terdapat beberapa syarat yang perlu diupayakan agar kelas nyaman dan menyenangkan :
a) Penataan ruang kelas
b) Perlengkapan kelas
c) Perlengkapan yang harus ada dan diperlukan di kelas meliputi : papan tulis dan penghapusnya, meja dan kursi guru, meja dan kursi siswa, almari kelas, jadwal pelajaran, papan absensi, daftar piket kelas, kalender pendidikan, gambar presiden dan wakil presiden serta lambang Garuda Pancasila, tempat cuci tangan dan lap tangan, tempat sampah, sapu lidi, sapu ijuk dan sulak, gambar-gambar lain / alat peraga dan kapur atau spidol.
d) Ruang laboraturium
SD yang memiliki laboraturium, agar berfungsi sebagai tempat praktik, harus ditata dengan syarat-syarat sebagai berikut :
a.Tata letak peralatan kelas mudah diatur sesuai dengan keperluan pada setiap saat
b.Diatur sedemikian rupa sehingga mudah bergerak dan mudah dimanfaatkan
c.Fasilitas air dan penerangan cukup tersedia
d.Air limbah dari saluran ruang laboraturium tidak mencemari lingkungan sekitarnya
e.Tersedia lemari penyimpanan untuk bahan dan alat yang tidak digunakan sehari-hari
f. Lantai tidak licin dan dinding sebaiknya berwarna putih
g. Bahan yang membahayakan harus disimpan pada tempat yang aman
e) Ruang auditorium / ruang serbaguna
Berfungsi sebagai tempat diskusi, harus diatur dengan baik dan dilengkapi dengan peralatan sebagai berikut :
a. Panggung pertunjukan
b. Ruang pakaian pria / wanita secara terpisah
c. Kamar mandi / WC Pria / wanita secara terpisah
d.Lantai harus datar dan tidak licin
e.Dinding aula harus dilapisi oleh lapsan peredam suara supaya suara tidak bergema
f. Bak pasir dan matras
b. Pengaturan tempat duduk
Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat mengaontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.
1) Pola berderet / berbaris-berjajar
Tipe pengaturan tempat duduk seperti ini cocok untuk pengajaran formal. Semua siswa duduk dalam deretan lurus dengan siswa yang tertinggi duduk dibelakang dan yang pendek duduk di depan. Tempat duduk seperti ini memudahkan para siswa / guru bergerak dari deetan satu kederetan yang lain. Namun, terdapat kelemahan-kelemahan yaitu ; mengurangi keleluasaan siswa belajar siswa. Posisi guru membuat dirinya mempunyai otoritas mutlak dan memberikan pengaruh langsung yang besar pada siswa.Akhirnya siswa menjadi terlalu tergantung, tidak ada kegiatan kerja kelompok yang dapat dilakukan, dan komunikasi antarsiswa menjadi terbatas.
2) Pola susunan berkelompok
Pola ini memungkinkan siswa dapat berkomunikasi dengan mudah satu sama laindan dapat berpindah dari kelompok satu ke kelompok lain. Otoritas guru berperan dalam posisi desentralisasi, guru hanya memberikan bimbingan pada siswa.
3) Pola formasi tapal kuda
Pola ini menempatkan posisi guru berada di tengah-tengah para siswanya.Pengaturan formasi ini memberikan kemudahan pada siswa untuk saling berkomunikasi dan berkonsultasi.Pola tapal kuda biasa dipakai jika pelajaran banyak memerlukan diskusi antarsiswa atau dengan guru.
4) Pola lingkaran atau persegi
Dalam pola lingkaran atau persegi biasanya tidak ada pemimpin kelompok.Bla ada yang harus direkam atau dicatat, bentuk pola inilah yang tepat.Seandainya ada suau kegiatan / alat yang harus ditunjukkan / diperagakan, kegiatan atau alat itu dapat diletakkan di tengah-tengah sehingga mudah dilihat dan dikomentari oleh siswa.
c. Ventilasi dan pengaturan cahaya
Suhu, ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada) adalah asset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman.Oleh karena itu ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.
d.Pengaturan penyimpanan barang-barang.
Barang-barang hendanya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau segera diperlakukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar. Barang-barang yang karena nilai praktisnya tinggi dan dapat disimpan di ruang kelas seperti buku pelajaran, pedoman kurikulum, kartu pribadi dan sbb, hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu gerak kegiatan siswa.Tentu saja masalah pemeliharaan yang sangat penting dan secara periodik harus dicek.Hal lainnya adalah pengamatan barang-barang tersebut.Baik dari pencurian maupun barang-barang yang mudah meledak atau terbakar.
2. Faktor Kurikulum
Kurikulum kaitannya dengan pengelolaan kelas haruslah dirancang sebagai jumlah pengalaman edukatif yang menjadi tanggung jawab sekolah dalam membantu anak-anak mencapai tujuan pendidikannya yang diselenggarakan secara berencana dan terarah secara terorganisir, karena kegiatan kelas bukan sekadar dipusatkan pada penyampaian sejumlah materi pelajaran atau pengetahuan yang bersifat intelektual, akan tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi, baik sebagai makhluk individual dan makhluk sosial maupun sebagai makhluk yang bermoral.
3. Faktor gedung dan sarana kelas
Perencanaan dalam membangun sebuah gedung untuk sebuah sekolah berkenaan dengan jumlah dan luas setiap ruangan, letak, dan dekorasinya yang harus disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan.Akan tetapi karena kurikulum selalu dapat berubah, sedang ruangan atau gedung bersifat permanen maka diperlukan kreativitas dalam mengatur pendayagunaan ruang/gedung yang tersedia berdasarkan kurikulu yang dipergunakan.Dalam konteks ini, kepandaian guru dalam pengelolaan kelas sangat dibutuhkan.
4.Faktor Guru atau Pengajar
Guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang bertanggungjawab dalam membantu anak mencapai kedewasaan masing-masing. Guru bukan hanya berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi atau pengetahuan tertentu, akan tetapi dalam keanggotaan masyarakat yang harus aktif dan berjiwa bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya untuk menjadi anggota masyarakat. Guru juga harus bisa menciptakan suasana dalam kelas agar terjadi interaksi pembelajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan bersungguh-sungguh.
5.Faktor murid
Murid merupakan unsur kelas yang memiliki perasaan kebersamaan (sense of colective) merupakan kondisi yang penting dalam menciptakan kelas dinamis.Oleh karena itu, murid harus memiliki perasaan diterima (sense of membershif) terhadap kelasnya agar mampu ikut serta dalam kegiatan kelas. Perasaan ini yang akan menumbuhkan rasa tanggungjawab (sense of respsibility) terhadap kelasnya.
Sikap demikian dapat tumbuh dengan baik apabila dilakukan tindakan-tindakan pengelolaan kelas sebagai berikut:
a.Melibatkan murid dalam proses . perencanaan dan pelaksanaan tindakan kelas, guru hanya memberi petunjuk dan bimbingan agar kegiatan pembelajaran sejalan dengan kurikulum.
b.Memberi kesempatan murid dalam pembagian tugas-tugas untuk kepentingan kelas.
c.Apabila guru atau wali kelas berhalangan, membagi dan menyerahkan kepercayaan berupa tanggungjawab mengatur rumah tangga serta disiplin kelas diantara murid.
d.Memotivasi murid agar selalu bersedia mengatur kelasnya secara rutin, misalkan dalam hal membersihkan kelas.
e.Mengembangkan kesediaan bekerjasama dalam setiap kegiatan.
f.Menyusun bersama dengan murid tata tertib dan disiplin kelas serta membentuk kepengurusan kelas yang bekerja sama selama satu tahun ajaran.
g.Mendorong murid agar senantiasa ikut memikirkan kegiatan kelas dan berani mengusulkannya untuk dilakukan bersama didalam atau diluar kelas.
Terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh guruuntuk menumbuhkan sikap murid seperti diataskarena berpengaruh dalam pengelolaan murid sebagai anggota kelas.Secara umum faktor tersebut digolongkan menjadi dua yaitu faktor intern dan faktor ektern.
Faktor intern siswa berkaitan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku.Kepribadian siswa yang unik menyebabkan siswa berbeda dari berbagai aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.Sedangkan faktor ekstern siswa terkait dengan pengelolaan suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokkan kelas dan jumlah siswa di kelas.
Jadi dapat disimpulkan bahwa terjadinya kenyamanan di dalam kelas disebabkan oleh dua faktor yaitu intern dan ekstern siswa.Sedangkan usaha untuk mengatasi terjadinya kekacauan di kelas dibutuhkana adanya suatu usaha dari guru dalam rangka meminimlisir gangguan kenyamaan dalam pengelolaan kelas.
Jabatan guru sebagai profesi tidak saja mulia, karena berhubungan langsung dengan masalah pendewasaan anak-anak tetapi juga merupakan tugas yang cukup berat dan hanya dapat diwujudkan oleh orang-orang yang memiliki kecintaan terhadap pekerjaan mendidik. Selain itu, tugas guru sebagai seorang manajer harus dapat menciptakan suasana kelas yang nyaman bagi siswa untuk mengikuti dan melakukan proses belajar mengajar.
Artikelnya sangat membantu
BalasHapusTerima kasih kakak
BalasHapusMaterinya bagus
BalasHapus